Tuesday, 2 May 2017

Rindu

Laju curahannya mencucuk bumi
Pepohon bagai menari dipukul hujan dan ditampar angin
Pandangan kukabur dari tingkap kaca kamar berdebu
Lewat deras hujan, kau kirimkan padaku getar rindu.

Bila matahari bangun kembali dari lena yang sebentar
Hangatnya menyapu basah rindumu padaku
Curahan tadi menghuni tanah menyubur sekitar

Bertemankan secangkir teh hangat di tepi tingkap kamar
Tanpa segan bayu petang menyentuh pipiku
Kucari kalau terlihat pada mata
Yang kulihat kabut kelabu berubah wajah
Menjadi biru bertompok putih awan petang
Dan kemudian aku percaya,
Rindu itu ada walau tak dilihat mata.



No comments:

Post a Comment