(Umar Abdul Aziz)
Ya,
Biar kita berbicara dalam gelita,
Tintir penanda amanah seorang penguasa,
Dan tintir,
Selayaknya buat benua dan jelata.
Difikiranmu aku mabuk kuasa,
Khayal dalam nyata tiada berjiwa,
Namun aku penguasa berhati hamba.
Harta, kuasa bagai nanah membusuk,
Yangkan merebak menambah parah,
Yangkan menyebar lara dan resah.
Namun, jujur amanah,
Yangkan memberi indah,
Tidak hanya pada fatamorgana dunia,
Tapi iakan ikut bersama ke dunia selama.
kosa kata:
Tintir = Lampu minyak tanah, Pelita
No comments:
Post a Comment